Gedung Hunian Tahanan Rutan Bengkulu Rusak Total

Selasa 29 Maret 2016 11:48:08 WIB Dilihat : 202 Kali


Gedung Hunian Tahanan Rutan Bengkulu Rusak Total

HALUANNEWS - Bengkulu – Kerusuhan dan kebakaran yang menimpa Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, Jumat (25/3/2016) malam lalu, hanya menyisakan beberapa bangunan. Dari tiga blok hunian bagi tahanan yang ada, setidaknya dua blok mengalami rusak total, yaitu pada blok A sebanyak 17 kamar dan blok B sejumlah 15 kamar. Sementara itu, gedung hunian tahanan wanita dan anak blok C yang memiliki 2 kamar mengalami rusak berat. Sedangkan gedung kantor Rutan, aula, dan mushola mengalami rusak ringan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), I Wayan Kusmiantha Dusak, mengatakan bahwa bangunan Rutan Bengkulu merupakan bangunan lama. Mulai berdiri pada tahun 1925, besi pada bangunan Rutan Bengkulu dinilai masih kuat, tapi temboknya sudah mulai keropos. “Kita sudah yakin Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rutan kondisinya kuat, tapi ternyata bisa dijebol. Itu diluar perhitungan kita,” ujar Dirjen, Minggu (27/3/2016).

Wayan mengatakan saat ini pihaknya lebih fokus kepada mengembalikan kondisi psikologis, baik itu terhadap petugas pemasyarakatan maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). “Kita fokus kepada mengembalikan kondisi (psikologis), baik WBP maupun petugas kita dengan keadaan chaos ini. Karena dua-duanya sama, WBP juga trauma, petugas lebih trauma lagi,” ujar Wayan. “Yang kedua, disini ada korban (jiwa). Kita menyayangkan kenapa bisa sampai ada korban. Namanya musibah kan diluar perkiraan kita tadi,” sambungnya.

Mengenai kondisi fisik bangunan yang rusak, Wayan menyatakan akan melakukan evaluasi guna menentukan langkah selanjutnya. “Kita evaluasi dulu. Nanti kebijakannya seperti apa, setelah kita melakukan evaluasi. Kita melihat dulu lokasinya, konsep apa yang harus kita lakukan,” ucapnya saat melakukan kunjungan kerja investigasi ke Rutan Kelas IIB Bengkulu.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu, Dewa Putu Gede, menjelaskan bahwa untuk sementara 252 orang tahanan Rutan Bengkulu telah dievakuasi ke Lapas Kelas IIA Bengkulu di Bentiring. “Tahanan 242 orang dan narapidana 10 orang,” katanya. “Kami berharap, kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi, baik di Bengkulu maupun Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, yang juga hadir dalam kegiatan ini sependapat dengan Dirjen Pemasyarakatan terkait dengan penanganan kondisi psikologis, baik kepada petugas pemasyarakatan dan WBP. “Pasca bencana ini kita konsentrasi pada penanganan orangnya (petugas pemasyarakatan dan WBP). Jangan sampai kondisi psikologis tertekan. Saya harap pendekatan yang humanis, termasuk kepada pihak keluarga (korban),” ujarnya.

Wagub pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkumham untuk melakukan investigasi di tempat kejadian perkara. “Investigasi sepenuhnyadiserahkan kepada Kemenkumham, termasuk aset-aset. Kalau diperlukan, Pemerintah Bengkulu siap membantu,” katanya. “Mudah-mudahan dapat segera dilakukan investigasi, kemudian nanti membuat road map baru bagaimana kita penanganan pasca bencana,” lanjutnya.

editor : cub

Bengkulu – Kerusuhan dan kebakaran yang menimpa Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, Jumat (25/3/2016) malam lalu, hanya menyisakan beberapa bangunan. Dari tiga blok hunian bagi tahanan yang ada, setidaknya dua blok mengalami rusak total, yaitu pada blok A sebanyak 17 kamar dan blok B sejumlah 15 kamar. Sementara itu, gedung hunian tahanan wanita dan anak blok C yang memiliki 2 kamar mengalami rusak berat. Sedangkan gedung kantor Rutan, aula, dan mushola mengalami rusak ringan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), I Wayan Kusmiantha Dusak, mengatakan bahwa bangunan Rutan Bengkulu merupakan bangunan lama. Mulai berdiri pada tahun 1925, besi pada bangunan Rutan Bengkulu dinilai masih kuat, tapi temboknya sudah mulai keropos. “Kita sudah yakin Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rutan kondisinya kuat, tapi ternyata bisa dijebol. Itu diluar perhitungan kita,” ujar Dirjen, Minggu (27/3/2016).

Wayan mengatakan saat ini pihaknya lebih fokus kepada mengembalikan kondisi psikologis, baik itu terhadap petugas pemasyarakatan maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). “Kita fokus kepada mengembalikan kondisi (psikologis), baik WBP maupun petugas kita dengan keadaan chaos ini. Karena dua-duanya sama, WBP juga trauma, petugas lebih trauma lagi,” ujar Wayan. “Yang kedua, disini ada korban (jiwa). Kita menyayangkan kenapa bisa sampai ada korban. Namanya musibah kan diluar perkiraan kita tadi,” sambungnya.

Mengenai kondisi fisik bangunan yang rusak, Wayan menyatakan akan melakukan evaluasi guna menentukan langkah selanjutnya. “Kita evaluasi dulu. Nanti kebijakannya seperti apa, setelah kita melakukan evaluasi. Kita melihat dulu lokasinya, konsep apa yang harus kita lakukan,” ucapnya saat melakukan kunjungan kerja investigasi ke Rutan Kelas IIB Bengkulu.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu, Dewa Putu Gede, menjelaskan bahwa untuk sementara 252 orang tahanan Rutan Bengkulu telah dievakuasi ke Lapas Kelas IIA Bengkulu di Bentiring. “Tahanan 242 orang dan narapidana 10 orang,” katanya. “Kami berharap, kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi, baik di Bengkulu maupun Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, yang juga hadir dalam kegiatan ini sependapat dengan Dirjen Pemasyarakatan terkait dengan penanganan kondisi psikologis, baik kepada petugas pemasyarakatan dan WBP. “Pasca bencana ini kita konsentrasi pada penanganan orangnya (petugas pemasyarakatan dan WBP). Jangan sampai kondisi psikologis tertekan. Saya harap pendekatan yang humanis, termasuk kepada pihak keluarga (korban),” ujarnya.

Wagub pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkumham untuk melakukan investigasi di tempat kejadian perkara. “Investigasi sepenuhnyadiserahkan kepada Kemenkumham, termasuk aset-aset. Kalau diperlukan, Pemerintah Bengkulu siap membantu,” katanya. “Mudah-mudahan dapat segera dilakukan investigasi, kemudian nanti membuat road map baru bagaimana kita penanganan pasca bencana,” lanjutnya.

- See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/653-gedung-hunian-tahanan-rutan-bengkulu-rusak-total#sthash.WjBIaRdS.dpuf

Bengkulu – Kerusuhan dan kebakaran yang menimpa Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, Jumat (25/3/2016) malam lalu, hanya menyisakan beberapa bangunan. Dari tiga blok hunian bagi tahanan yang ada, setidaknya dua blok mengalami rusak total, yaitu pada blok A sebanyak 17 kamar dan blok B sejumlah 15 kamar. Sementara itu, gedung hunian tahanan wanita dan anak blok C yang memiliki 2 kamar mengalami rusak berat. Sedangkan gedung kantor Rutan, aula, dan mushola mengalami rusak ringan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), I Wayan Kusmiantha Dusak, mengatakan bahwa bangunan Rutan Bengkulu merupakan bangunan lama. Mulai berdiri pada tahun 1925, besi pada bangunan Rutan Bengkulu dinilai masih kuat, tapi temboknya sudah mulai keropos. “Kita sudah yakin Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rutan kondisinya kuat, tapi ternyata bisa dijebol. Itu diluar perhitungan kita,” ujar Dirjen, Minggu (27/3/2016).

Wayan mengatakan saat ini pihaknya lebih fokus kepada mengembalikan kondisi psikologis, baik itu terhadap petugas pemasyarakatan maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). “Kita fokus kepada mengembalikan kondisi (psikologis), baik WBP maupun petugas kita dengan keadaan chaos ini. Karena dua-duanya sama, WBP juga trauma, petugas lebih trauma lagi,” ujar Wayan. “Yang kedua, disini ada korban (jiwa). Kita menyayangkan kenapa bisa sampai ada korban. Namanya musibah kan diluar perkiraan kita tadi,” sambungnya.

Mengenai kondisi fisik bangunan yang rusak, Wayan menyatakan akan melakukan evaluasi guna menentukan langkah selanjutnya. “Kita evaluasi dulu. Nanti kebijakannya seperti apa, setelah kita melakukan evaluasi. Kita melihat dulu lokasinya, konsep apa yang harus kita lakukan,” ucapnya saat melakukan kunjungan kerja investigasi ke Rutan Kelas IIB Bengkulu.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu, Dewa Putu Gede, menjelaskan bahwa untuk sementara 252 orang tahanan Rutan Bengkulu telah dievakuasi ke Lapas Kelas IIA Bengkulu di Bentiring. “Tahanan 242 orang dan narapidana 10 orang,” katanya. “Kami berharap, kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi, baik di Bengkulu maupun Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah, yang juga hadir dalam kegiatan ini sependapat dengan Dirjen Pemasyarakatan terkait dengan penanganan kondisi psikologis, baik kepada petugas pemasyarakatan dan WBP. “Pasca bencana ini kita konsentrasi pada penanganan orangnya (petugas pemasyarakatan dan WBP). Jangan sampai kondisi psikologis tertekan. Saya harap pendekatan yang humanis, termasuk kepada pihak keluarga (korban),” ujarnya.

Wagub pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkumham untuk melakukan investigasi di tempat kejadian perkara. “Investigasi sepenuhnyadiserahkan kepada Kemenkumham, termasuk aset-aset. Kalau diperlukan, Pemerintah Bengkulu siap membantu,” katanya. “Mudah-mudahan dapat segera dilakukan investigasi, kemudian nanti membuat road map baru bagaimana kita penanganan pasca bencana,” lanjutnya.

- See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/653-gedung-hunian-tahanan-rutan-bengkulu-rusak-total#sthash.WjBIaRdS.dpuf
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto melantik Agus Purwanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung di Ruang Soepomo Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham (28/3/2016). Acara dihadiri para pejabat Eselon I dan II serta pegawai di Lingkungan Kemenkumham. - See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/654-komandan-baru-di-sulawesi-tenggara#sthash.6HcRDNYK.dpuf
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto melantik Agus Purwanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung di Ruang Soepomo Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham (28/3/2016). Acara dihadiri para pejabat Eselon I dan II serta pegawai di Lingkungan Kemenkumham. - See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/654-komandan-baru-di-sulawesi-tenggara#sthash.6HcRDNYK.dpuf
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto melantik Agus Purwanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung di Ruang Soepomo Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham (28/3/2016). Acara dihadiri para pejabat Eselon I dan II serta pegawai di Lingkungan Kemenkumham. - See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/654-komandan-baru-di-sulawesi-tenggara#sthash.6HcRDNYK.dpuf
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto melantik Agus Purwanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung di Ruang Soepomo Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham (28/3/2016). Acara dihadiri para pejabat Eselon I dan II serta pegawai di Lingkungan Kemenkumham. - See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/654-komandan-baru-di-sulawesi-tenggara#sthash.6HcRDNYK.dpuf
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto melantik Agus Purwanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung di Ruang Soepomo Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham (28/3/2016). Acara dihadiri para pejabat Eselon I dan II serta pegawai di Lingkungan Kemenkumham. - See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/654-komandan-baru-di-sulawesi-tenggara#sthash.6HcRDNYK.dpuf
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto melantik Agus Purwanto sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung di Ruang Soepomo Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham (28/3/2016). Acara dihadiri para pejabat Eselon I dan II serta pegawai di Lingkungan Kemenkumham. - See more at: http://www.kemenkumham.go.id/v2/berita/654-komandan-baru-di-sulawesi-tenggara#sthash.6HcRDNYK.dpuf

Tag Berita :
#nasional #presiden #polri #keluarga #kampus #daerah

Berita terakit :


MANTAN GUBERNUR HASAN BASRI AGUS DAN WALIKOTA SUNGAI PENUH JENGUK AL HARIS
Rabu 09 Agustus 2017

MANTAN GUBERNUR HASAN BASRI AG ...

Panglima TNI : Ausindo HLC Refleksi Kerja Sama antara TNI dan ADF
Kamis 16 November 2017

Panglima TNI : Ausindo HLC Ref ...

Hari Ini, Wapres dan Menag Hadiri Sujud Syukur 90 Tahun Pondok Modern Gontor
Sabtu 20 Agustus 2016

Hari Ini, Wapres dan Menag Had ...

Kualitas Air Sungai Di Riau Memprihatinkan
Kamis 20 Oktober 2016

Kualitas Air Sungai Di Riau Me ...