Presiden Jokowi Apresiasi Peran NU Membawa Semangat Persatuan Bangsa

Kamis 23 November 2017 23:13:43 WIB Dilihat : 120 Kali


Presiden Jokowi Apresiasi Peran NU Membawa Semangat Persatuan Bangsa

HALUANNEWS.COM, Mataram, NTB--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi peran Nahdlatul ‘Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berhasil membawa semangat persatuan dalam kehidupan masyarakat di Tanah Air.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang digelar pada Kamis (23/11) di Masjid Raya Hubbul Wathan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kita ini dilihat oleh negara lain sebagai negara yang tidak punya kepentingan, netral, dingin, dan sejuk disebabkan karena organisasi terbesar di Indonesia adalah Nahdatul Ulama,” ujar Presiden.

Lebih lanjut Presiden menyebutkan bahwa salah satu negara yang menyampaikan kekagumannya terhadap Indonesia adalah Afghanistan, yang saat ini sedang mengalami pertikaian dan perang sejak tahun 1973 hingga sekarang.

“Presiden Afghanistan menyampaikan kepada saya agar Indonesia mau berperan dalam perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan,” tutur Presiden.

Keinginan Presiden Afghanistan tersebut disambut baik oleh Presiden Jokowi.  Pemerintah Indonesia siap membantu  perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.

Indonesia juga akan berbagi pengalaman di bidang perdamaian dan rekonsiliasi. Bahkan kerja sama antar ulama dari kedua negara akan ditingkatkan guna menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berharap Munas NU kali ini akan menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah dalam menindaklanjuti gerakan radikalisme dan intoleran agar tidak berkembang di Indonesia.

“Saya juga sudah minta kepada jajaran agar tegas pada aliran radikal dan intoleran apapun organisasinya karena kita dilihat diluar sangat baik,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden juga berharap Munas NU kali ini menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah terkait persoalan ekonomi umat dan redistribusi aset. Hal ini dikarenakan pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

Mulai dari pembagian sertifikat hak atas tanah kepada sejumlah koperasi pesantren hingga membuka sejumlah bank wakaf mikro untuk mendorong pengusaha kecil serta meningkatkan perekonomian umat.

“Usaha-usaha ini perlu juga masukan dan pemikiran dari Munas serta Konbes sehingga apa yang kita lakukan betul bisa mendampingi umat, memberikan dorongan kepada umat, dan untuk menyejahterakan umat,” ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Muhammad Zainal Majdi, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj. (BPMI/EN/hms)

 


Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah

Berita terakit :


Kejati Terus Memburu Sembilan Orang Buronan
Sabtu 11 November 2017

Kejati Terus Memburu Sembilan ...

Walikota Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Tahun Baru 2017 dan Sispam Kota Medan
Selasa 27 Desember 2016

Walikota Pimpin Apel Gelar Pas ...

Sri Mulyani Didaulat sebagai Menteri Terbaik di Dunia
Minggu 11 Februari 2018

Sri Mulyani Didaulat sebagai M ...

Mohamad Nasir : Bermain Sambil Belajar Iptek
Minggu 23 April 2017

Mohamad Nasir : Bermain Sambil ...

Industri Kereta Api Nasional Pacu TKDN dan Teknologi
Jumat 19 Januari 2018

Industri Kereta Api Nasional P ...