Polda Metro Jaya Amankan Seorang Ibu Eksploitasi Anak Untuk Main Judi Togel

Rabu 08 November 2017 22:26:32 WIB Dilihat : 197 Kali


Polda Metro Jaya Amankan Seorang Ibu Eksploitasi Anak Untuk Main Judi Togel

HALUANNEWS.COM, Jakarta – Salah gunakan dana bantuan pengobatan anak untuk judi togel, RY seorang ibu asal Kalimantan Timur malah meringkuk di dinginnya jeruji tahanan atas tuduhan eksploitasi anak.

Peristiwa ini sempat disayangkan sebagian masyarakat yang menyebarkan berita penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya yang dianggap tidak manusiawi dan salah dalam menegakkan hukum.

Menanggapi hal itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan secara gamblang kasus tersebut sehingga tidak sumir dimasyarakat.

Menurut Kombes Pol Nico, RY memang mencari bantuan untuk biaya operasi cangkok mata anaknya sejak 2013 silam. Kemudian bertemu dengan L seorang donatur yang siap membiayai pengobatan anak RY, dengan syarat RY tidak lagi memposting foto anaknya lagi di Facebook dan meminta bantuan dari masyarakat.

L kemudian memboyong RY dan anaknya ke Jakarta dan tinggal di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, menunggu jadwal operasi anaknya.

“Namun yang terjadi ibu ini tetap memposting dan meminta bantuan,” tutur Kombes Pol Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (8/11/2017).

Curiga jika RY masih menerima uang dari sejumlah warga untuk pengobatan anaknya, L meminta bantuan polisi untuk mengusut.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata terungkap bahwa RY masih menerima sumbangan dari donatur yang iba melihat kondisi anaknya yang diposting di Facebook. Bahkan, nilainya mencapai Rp230 juta.

Setelah ditelusuri, tranferan uang itu tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh RY mulai dari keperluan sehari-hari, kredit handphone, meminjamkan uang ke keluarganya. Dan tidak ada uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan anaknya. “Bahkan untuk bermain judi togel. Ini tragis sekali,” ujar Kombes Pol Nico.

Atas ulahnya RY dibekuk polisi dan kini mendekam di Rutan Pondok Bambu sejak tiga bulan lalu. Sedangkan anak dan neneknya tinggal di hunian sementara milik Dompet Dhuafa.

Kombes Pol Nico berharap masyarakat melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan berita yang tidak benar sehingga tidak jadi negatif.

Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mendukung langkah polisi menegakkan hukum. Meski ia berharap RY dibebaskan agar bisa merawat balitanya.

“Kalau ada bayi, balita, kalau bisa dibebaskan, dimudahkan merawat bayi dan anak. Kalau memang sanksi ya tetap harus tegas. Kami ada studi menunjukkan kalau warga binaan yang sinergi diberi kesempatam secara periodik mengasuh anak, itu akan menimbulkan proses penyadaran yang baik,” kata pria yang biasa disapa Kak Seto.

Sedangkan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti hikmawatty mendukung langkah kepolisian agar kasus serupa tidak terulang. Menurutnya, anak RY sudah dijamin pengobatannya oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Bukti yang ada bukan rekayasa dan nyata. Dengan melihat pertimbangan tersebut, kita sepakat ini negara hukum, demi untuk kepentingan anak lainnya, pidana itu harus dilaksanakan. Kami mendukung apa yang dilakukan kepolisian menjalankan tugasnya,” pungkasnya.(PMJ)


Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #Hukum

Berita terakit :


MERIAHKAN AGUSTUSAN, DWP BANDA ACEH GELAR ANEKA LOMBA CERIA
Kamis 10 Agustus 2017

MERIAHKAN AGUSTUSAN, DWP BANDA ...

Rizka Fitriani Meraih Juara Favorit Bahasa Korea
Sabtu 15 Oktober 2016

Rizka Fitriani Meraih Juara Fa ...

Pemerintah Segera Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Pengungsi Rohingya
Kamis 07 September 2017

Pemerintah Segera Kirimkan Ban ...

Indonesia-Bavaria Jalin Kerja Sama di Industri Komponen Penerbangan
Selasa 18 Oktober 2016

Indonesia-Bavaria Jalin Kerja ...

Pembangunan Infrastruktur Perlu Keterlibatan dan Komitmen Badan Usaha
Minggu 13 November 2016

Pembangunan Infrastruktur Perl ...