Polda Metro Jaya Amankan Seorang Ibu Eksploitasi Anak Untuk Main Judi Togel

Rabu 08 November 2017 22:26:32 WIB Dilihat : 173 Kali


Polda Metro Jaya Amankan Seorang Ibu Eksploitasi Anak Untuk Main Judi Togel

HALUANNEWS.COM, Jakarta – Salah gunakan dana bantuan pengobatan anak untuk judi togel, RY seorang ibu asal Kalimantan Timur malah meringkuk di dinginnya jeruji tahanan atas tuduhan eksploitasi anak.

Peristiwa ini sempat disayangkan sebagian masyarakat yang menyebarkan berita penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya yang dianggap tidak manusiawi dan salah dalam menegakkan hukum.

Menanggapi hal itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan secara gamblang kasus tersebut sehingga tidak sumir dimasyarakat.

Menurut Kombes Pol Nico, RY memang mencari bantuan untuk biaya operasi cangkok mata anaknya sejak 2013 silam. Kemudian bertemu dengan L seorang donatur yang siap membiayai pengobatan anak RY, dengan syarat RY tidak lagi memposting foto anaknya lagi di Facebook dan meminta bantuan dari masyarakat.

L kemudian memboyong RY dan anaknya ke Jakarta dan tinggal di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, menunggu jadwal operasi anaknya.

“Namun yang terjadi ibu ini tetap memposting dan meminta bantuan,” tutur Kombes Pol Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (8/11/2017).

Curiga jika RY masih menerima uang dari sejumlah warga untuk pengobatan anaknya, L meminta bantuan polisi untuk mengusut.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata terungkap bahwa RY masih menerima sumbangan dari donatur yang iba melihat kondisi anaknya yang diposting di Facebook. Bahkan, nilainya mencapai Rp230 juta.

Setelah ditelusuri, tranferan uang itu tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh RY mulai dari keperluan sehari-hari, kredit handphone, meminjamkan uang ke keluarganya. Dan tidak ada uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan anaknya. “Bahkan untuk bermain judi togel. Ini tragis sekali,” ujar Kombes Pol Nico.

Atas ulahnya RY dibekuk polisi dan kini mendekam di Rutan Pondok Bambu sejak tiga bulan lalu. Sedangkan anak dan neneknya tinggal di hunian sementara milik Dompet Dhuafa.

Kombes Pol Nico berharap masyarakat melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan berita yang tidak benar sehingga tidak jadi negatif.

Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mendukung langkah polisi menegakkan hukum. Meski ia berharap RY dibebaskan agar bisa merawat balitanya.

“Kalau ada bayi, balita, kalau bisa dibebaskan, dimudahkan merawat bayi dan anak. Kalau memang sanksi ya tetap harus tegas. Kami ada studi menunjukkan kalau warga binaan yang sinergi diberi kesempatam secara periodik mengasuh anak, itu akan menimbulkan proses penyadaran yang baik,” kata pria yang biasa disapa Kak Seto.

Sedangkan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti hikmawatty mendukung langkah kepolisian agar kasus serupa tidak terulang. Menurutnya, anak RY sudah dijamin pengobatannya oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Bukti yang ada bukan rekayasa dan nyata. Dengan melihat pertimbangan tersebut, kita sepakat ini negara hukum, demi untuk kepentingan anak lainnya, pidana itu harus dilaksanakan. Kami mendukung apa yang dilakukan kepolisian menjalankan tugasnya,” pungkasnya.(PMJ)


Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #Hukum

Berita terakit :


TERIMA ADIPURA, AMINULLAH JANJI TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PASUKAN ORANGE
Jumat 04 Agustus 2017

TERIMA ADIPURA, AMINULLAH JANJ ...

DKI akan Gelar OP Daging
Rabu 18 Mei 2016

DKI akan Gelar OP Daging

Dubes RI Untuk Turki Kunjungi Personel Konga XXVIII-J/Unifil di Mersin Turki
Sabtu 24 Maret 2018

Dubes RI Untuk Turki Kunjungi ...

TERMINAL BARU BANDARA DEPATI AMIR PANGKALPINANG RESMI DIOPERASIKAN SEJAK 11 JANUARI 2017
Jumat 13 Januari 2017

TERMINAL BARU BANDARA DEPATI A ...

Kecamatan Kediri menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72
Jumat 11 Agustus 2017

Kecamatan Kediri menyambut HUT ...