Mulai 1 Maret, Suriname Berlakukan Visa on Arrival bagi WNI

Kamis 04 Februari 2016 03:11:23 WIB Dilihat : 404 Kali


Mulai 1 Maret, Suriname Berlakukan Visa on Arrival bagi WNI

Washington DC - Warga negara Indonesia yang akan bepergian ke Suriname tidak perlu lagi susah-susah mengurus visa sebelum berangkat. Pasalnya, mulai 1 Maret 2016 Pemerintah Suriname memberikan fasilitas Visa on Arrival (VoA) kepada Indonesia. Dengan VoA, maka visa dapat diperoleh di hari H pada saat berkunjung.

"Tentunya pemberian VoA akan memudahkan orang-orang Indonesia untuk berkunjung ke Suriname," kata Dubes RI untuk Suriname, D. Supratikto, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (3/2/2016).

Menurut Supratikto, kebijakan Pemerintah Suriname tersebut merupakan respons atas permintaan Pemerintah Indonesia yang sebelumnya telah memberlakukan VoA kepada Suriname sejak 2010.

Selain itu, September 2015 lalu Suriname telah masuk dalam daftar 75 negara yang diberikan fasilitas bebas visa kunjungan wisata oleh Indonesia. Indonesia dan Suriname telah lama memiliki kedekatan hubungan, khususnya secara kultural dengan keberadaan masyarakat keturunan Jawa di Suriname sejak 1890.

Namun demikian, kegiatan saling kunjung selama ini masih minim lantaran terkendala jarak yang jauh dan kesulitan berkunjung. Dengan adanya pemberlakuan VoA tersebut, diharapkan intensitas saling kunjung kedua negara akan meningkat.

"Suriname dengan keunikan arsitektur dan keindahan alamnya, khususnya hutan yang masih dalam kawasan hutan Amazon, mempunyai daya tarik tersendiri. Apalagi keberadaan masyarakat keturunan Jawa akan mengundang minat untuk mengetahui bagaimana mereka melestarikan tradisi budaya leluhurnya di Suriname," kata Pratikto.

Sebaliknya, Indonesia bagi masyarakat keturunan Jawa Suriname selalu menjadi impian untuk dikunjungi. Kebanyakan mereka ingin merunut jejak leluhurnya dengan harapan masih dapat bertemu dengan saudara-saudara dari kakek-nenek mereka. Belum lagi, mereka juga ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri perkembangan negara asal nenek moyang yang selama ini didapat dari media dan cerita orang tua mereka.

Selain itu, tambah Pratikto, kebijakan tersebut diharapkan akan semakin membuka peluang untuk mengembangkan kerjasama bisnis secara lebih intensif antar-kedua negara. Selama ini telah diselenggarakan kegiatan tahunan Indofair yang menjadi ajang silahturami budaya dengan promosi kuliner dan seni budaya Indonesia.

"Ke depannya, Indofair dapat lebih menjadi media komunikasi antara pengusaha Indonesia dan Suriname dan sekaligus ajang  promosi untuk produk-produk industri," pungkasnya. sumber detik.com


Tag Berita :
#presiden #selebritis #keluarga #kampus #daerah #ekonomi #hiburan

Berita terakit :


Kades Koto Lanang Diduga Pangkas Honorarium Lembaga
Senin 05 Februari 2018

Kades Koto Lanang Diduga Pangk ...

BLH ajak Sekolah Canangkan Adiwiyata
Selasa 01 Maret 2016

BLH ajak Sekolah Canangkan Adi ...

Rapat Pembahasan Potensi Ekonomi dengan Tim Kementerian Luar Negeri
Selasa 04 Oktober 2016

Rapat Pembahasan Potensi Ekono ...

Sosialalisasi Tax Amnesty, Presiden Jokowi Dukung Langkah Sri Mulyani Pangkas APBN-P 2016
Selasa 09 Agustus 2016

Sosialalisasi Tax Amnesty, Pre ...