Bali Process Sepakati Mekanisme untuk Percepat Penangangan Migran Ireguler di Kawasan

Rabu 23 Maret 2016 22:33:34 WIB Dilihat : 157 Kali


Bali Process Sepakati Mekanisme untuk Percepat Penangangan Migran Ireguler di Kawasan

HALUANNEWS-Indonesia bersama Australia telah memimpin pertemuan negara-negara anggota Bali Process on People Smuggling, Trafficking in Persons and Related Transnational Crimes atau yang di kenal sebagai Bali Process pada 23 Maret 2016.
 

Hasil penting dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan untuk pembentukan mekanisme regional dalam mempercepat penanganan isu migrasi irregular dan mix migration, termasuk pencari suaka dan pengungsi, yang dicapai pada pertemuan Ministerial Conference of the Bali Process on People Smuggling, Trafficking in Persons and Related Transnational Crime tanggal 22 -23 Maret 2016.
 

"Melalui mekanisme ini, ketua bersama dapat membangun komunikasi dengan negara negara terkait baik negara asal, negara transit, maupun negara tujuan apabila terdapat situasi yang mendesak” jelas Menlu RI, Retno L.P Marsudi.
 

Pertemuan yang diketuai oleh Menlu RI bersama Menlu Australia, Julie Bishop juga menghasilkan berbagai kesepakatan dalam mengatasi tantangan migrasi ireguler di kawasan. Para negara anggota Bali Process menekankan pentingnya pendekatan regional komprehensif dengan prinsip burden sharing dan collective responsibility.
 

Bali Process juga menekankan perlunya mengupayakan keselamatan dan perlindungan para migran dan korban kejahatan transnasional serta mendukung upaya penyelesaian root causes dari irregular movement of persons dan forced displacement termasuk memberikan dukungan negara asal lewat community based investments
 

Pertemuan juga sepakat untuk meningkatkan upaya pemberantasan transnational organized crime (TOC) termasuk kerja sama ekstradisi dan mutual legal assistance serta menjajaki mekanisme untuk pemulangan non-sukarela dan kerja sama internasional
 

Bali Process merupakan pertemuan yang diselenggarakan untuk menjawab masalah penyelundupan orang, perdagangan orang, serta tantangan-tantangan dalam migrasi ireguler di kawasan. Pertemuan Bali Process VI diikuti 303 delegasi termasuk 16 menteri dari 54 negara. Pertemuan ini juga akan diikuti 12 negara pengamat dan 8 organisasi internasional. Tercatat lebih dari 38 media baik media internasional maupun nasional yang meliput pertemuan ini.

editor : hi


Tag Berita :
#nasional #presiden #ekonomi #politik

Berita terakit :


Jemput Juara All England 2017, Menpora Apresiasi Kevin/Markus Penghargaan Per Pemain Rp 250 juta
Selasa 14 Maret 2017

Jemput Juara All England 2017, ...

Ketua TP PKK Kota Medan Buka Pelatihan Kerajinan Membatik
Sabtu 09 September 2017

Ketua TP PKK Kota Medan Buka P ...

Cerita Suparmin Dan Ardi Selamatkan KA Serayu Sebelum Melintasi Rel Gompal
Kamis 04 Agustus 2016

Cerita Suparmin Dan Ardi Selam ...

Bertemu Calon Doktor, Kadispendik Paparkan Program
Jumat 14 Oktober 2016

Bertemu Calon Doktor, Kadispen ...

JELANG PILKADA, BPPU NTB LANTIK PANWAS
Sabtu 26 Agustus 2017

JELANG PILKADA, BPPU NTB LANTI ...

Kasmanto: Kami Bukan Pengikut Tapi Ingin Bebas Menyalurkan Aspirasi
Sabtu 17 Februari 2018

Kasmanto: Kami Bukan Pengikut ...