Empat Perantau Muda Minang Prakarsai FestivalKampoeng Minangkabau 2017 di Bandung

Selasa 26 September 2017 08:51:59 WIB Dilihat : 199 Kali


Empat Perantau Muda Minang Prakarsai FestivalKampoeng Minangkabau 2017 di Bandung

HALUANNEWS.COM, PADANG - Puncak kemeriahan Festival Kampoeng Minangkabau 2017 yang berlangsung dari tanggal 21 September - 1 Oktober 2017 di Metro Indah Mall - Bandung, akan ditutup dengan Kesenian Irama Minang (KIM). Permainan KIM yang akan ditampilkan pada malam penutupan, Minggu 1 Oktober 2017 ini, dimulai dari jam 20.00 - 22.00 WIB.

Festival ini diprakarsai oleh Jenni Murlita (finance and show content), Andika Cendikia (concept), Dia Anggraini (media social pragmatist), dan Celi Parlina (relationship master). Mereka adalah empat orang generasimuda asal Sumatra Barat yang tinggal diperantauan, yang ingin melestarikan kuliner, kesenian dan kebudayaan Minangkabau dengan mengenalkannya pada masyarakat perantau Minang dan masyarakat setempat, secara berketerusan.

"Sejauh manapun engkau merantau, darah minang akan melekat di tubuhmu. Zaman pasti berubah. Tapi, adat dan budayamu, jangan. Itu adalah warisan terbesar dari nenek moyangmu. Banggalah jadi gadih Minang. Gadih Minang babaju kuruang," kata Dia Anggraini, yang juga dikenal dengan nama Ghea Mirrela dalam dunia kepenulisan.

Permainan KIM yang akan dibawakan oleh Mak Pono dan Upiak Unyuik bersama tim keseniannya pada malam penutupan festival ini nanti, siap untuk menghibur warga Bandung dan sekitarnya. Pada permainan tradisi asal Pariaman - Sumatra Barat ini, para penonton diminta untuk melingkari angka pada kertas yang dibagikan oleh pemandu KIM, sesuai angka-angka yang disebutkan pada lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi KIM. Penonton yang memperoleh sederet angka penuh pada kertasnya, berhak memperoleh hadiah menarik dari panitia. Para penonton yang ikut permainan ini tidak dipungut biaya.

Festival Kampung Minangkabau 2017 Bandung ini juga dimeriahkan oleh penampilan para mahasiswa dari USBM Telkom, dengan membawakan: Tari Piriang, Tari Lauik Sijombang, Tari Pasambahan, dan Randai.

Selain penampilan musik tradisi, nyanyian tradisi, tarian tradisi, dan KIM, Festival Minangkabau 2017 Bandung ini diselerakan oleh wisata kuliner, 25 stand yang disediakan oleh panitia terisi penuh, dengan beragam sajian kuliner asli Minangkabau, dan dapat dikunjungi setiap harinya selama pelaksanaan acara, dari jam 09.00 – 21.00 WIB.

Nasi Padang yang terkenal dengan rendangnya, ternyata juga ada beragam masakan asli Sumatra Barat yang tak kalah menerbitkan selera. Pada festival ini lidah kita bisa digiurkan oleh nikmatnya; martabak Kubang Hayuda, sate Danguang-Danguang, soto Padang, bika Mariani khas Pariaman, karupuak kuah, sala lauak, teh talua, nasi kapau, es tebak, cindua minang, dan beragam sajian lainnya, yang dirindukan oleh para perantau Minang. Selama pelaksanaan berlangsung, festival ini dihadiri oleh warga Bandung dan sekitarnya, juga dari kalangan artis ibukota, dan wisatawan mancanegara.

"Nasi Padang itu kita membeli rasa, bukan gengsi. Harganya yang relatif mahal disebabkan masakan Padang itu kaya rempah. Ada banyak bumbu untuk satu jenis masakan. Dan pada jenis masakan tertentu dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Ironinya, kadang kita rela membayar ratusan ribu untuk jenis masakan luar negeri, yang bahan bakunya murah, demi sebuah gengsi. Mari kita cintai masakan tradisi daerah kita sendiri," tambah Dia Anggraini.( Muhammad Fadhli)


Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #daerah

Berita terakit :


Komisi V DPR RI Dukung Pembangunan Infrasruktur Di Provinsi Jambi
Minggu 05 November 2017

Komisi V DPR RI Dukung Pembang ...

BUMD Muaro Jambi Lakukan Gebrakan Untuk Pembangunan Ekonomi kabupaten Muaro Jambi .
Selasa 12 Desember 2017

BUMD Muaro Jambi Lakukan Gebra ...

Malamang Sakampuang, Tradisi Lokal Pembangun Kebersamaan
Minggu 31 Desember 2017

Malamang Sakampuang, Tradisi L ...

PPL dan petani basmi hama tikus.
Minggu 22 April 2018

PPL dan petani basmi hama tiku ...

Ustadz Abdul Somad Akan Dijadikan Penasehat Kerajaan Oleh Sultan Brunei
Minggu 26 November 2017

Ustadz Abdul Somad Akan Dijadi ...