Panglima TNI : Jenderal Soedirman Sosok Sederhana dan Dekat Prajurit

Selasa 19 September 2017 19:36:28 WIB Dilihat : 65 Kali


Panglima TNI : Jenderal Soedirman Sosok Sederhana dan Dekat Prajurit

HALUANNEWS.COM, Yogyakarta--Dalam rangka HUT ke-72 TNI tahun 2017,  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad, Kasal dan Kasau melaksanakan ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, Selasa (19/9/2017).

Usai melaksanakan ziarah, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan wartawan  mengatakan bahwa Panglima Besar Jenderal Soedirman adalah panglima pertama TNI yang memiliki sosok sederhana, dekat dengan prajurit dan rela berkorban serta tidak pernah menyerah bahkan selalu menang dalam setiap pertempuran.

Panglima TNI menuturkan bahwa Jenderal Soedirman sejak awal sudah menanamkan kepada para prajurit untuk selalu dekat dengan rakyat, karena TNI lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. “Doktrin ini tidak mengenal zaman, justru semakin hari semakin melekat,” tegasnya.

“Rakyat adalah Ibu Kandung TNI, hal ini tak bisa dibantahkan atau dikalahkan. Sejarah juga membuktikan  bahwa lahirnya TNI (berawal dari BKR) tidak bisa dipisahkan dengan rakyat, maka HUT ke-72 TNI tahun 2017 mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa semangat juang Jenderal Soedirman harus dijadikan inspirasi bagi seluruh Prajurit TNI dalam mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara.  “Dalam kondisi sakit paru-paru, Beliau tetap berjuang memimpin pasukan untuk menunjukan ke seluruh dunia bahwa Indonesia tetap ada, sehingga semangat pengorbanan dan api perjuangan Jenderal Soedirman bisa mematri di hati sanubari seluruh prajurit TNI agar pantang menyarah dimana pun bertugas,” jelasnya.

Terkait dengan pemutaran Film G30S/PKI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa pemberontakan yang dilakukan oleh PKI pada tanggal 30 September 1965 adalah sejarah kelam bangsa Indonesia.  “Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali, tetapi secara tematik peristiwa sejarah itu bisa saja berulang kalau bangsa ini tidak waspada,” katanya.

Ditambahkan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa kewaspadaan bisa dilakukan dengan memberikan pemahaman sejarah kepada anak bangsa.  Tanpa mempelajari sejarah budaya bangsa, kita juga tidak akan tahu bahwa gotong royong adalah budaya bangsa kita sejak zaman dahulu.  “Untuk itulah, pentingnya diputar kembali Film G 30 S/PKI, agar peristiwa semacam itu tidak terulang kembali,” pungkasnya.

 Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.


Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah

Berita terakit :


Penting Mengenali Motif Ban Sebelum Memutuskan Membelinya
Sabtu 06 Agustus 2016

Penting Mengenali Motif Ban Se ...

Menpora Anugerahkan Penghargaan Kepada 286 Legenda Olahraga Indonesia
Kamis 14 Desember 2017

Menpora Anugerahkan Penghargaa ...

Komisi II DPRD Provinsi Lampung Dorong Hutan Produksi Diperluas
Senin 29 Februari 2016

Komisi II DPRD Provinsi Lampun ...

Tontonlah Siaran Yang Bermanfaat
Jumat 13 Januari 2017

Tontonlah Siaran Yang Bermanfa ...

KPK NILAI BANDA ACEH SETARA DENGAN SURABAYA
Jumat 05 Agustus 2016

KPK NILAI BANDA ACEH SETARA DE ...