Hutan Lindung Harus Steril dari Hutan Desa

Rabu 13 September 2017 22:51:00 WIB Dilihat : 64 Kali


Hutan Lindung Harus Steril dari Hutan Desa

HALUANNEWS.COM, Jakarta--Kawasan hutan lindung harus steril dari perambahan atau pembukaan lahan baru bagi aktivitas manusia. Program membuka hutan desa di dalam kawasan hutan lindung mengancam kelestarian ekosistem hutan. Kekayaan flora dan fauna hutan tak boleh diganggu. Apalagi, hutan juga bisa jadi sumber bahan baku pembuatan obat-obatan.
 
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengemukakan hal itu saat mengajukan interupsi pada Rapat Paripurna DPR yang dipimpim Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Rabu (13/9/2017). Hadir dalam rapat tersebut Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. Program pemerintah yang membolehkan membuka hutan lindung untuk hutan desa sangat ditentang Bambang.
 
“Kami sangat keberatan, karena jumlah hutan lindung kita sangat sedikit. Harusnya steril dari penggunaan apapun untuk manusia. Kta punya flora fauna di dalamnya yang tidak boleh diganggu ekosistemnya. Ini sangat bermanfaat untuk kepentingan pariwisata kalau ekosistem hutan bisa dipertahankan,” tutur Anggota Komisi VI tersebut. Ia mengkhawatirkan, bila hutan desa berdiri di tengah hutan lindung, akan ada ancaman kebakaran hutan.
 
Pada bagian lain, politisi Partai Gerindra ini, mengeritik aksi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menenggelamkan kapal asing dengan pemboman. Apalagi, selama ini KKP kerap menenggelamkannya dekat dengan garis pantai. Ini merusak ekosistem laut dan menlanggar aturan International Maritime Organization (IMO) dan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS)dari PBB.
 
Penenggelaman kapal, lanjut Bambang, bisa dilakukan pada jarak 16 mil laut. Untuk itu, ia mendesak Menteri KLH memberi masukan kepada Menteri KP agar tak lagi menenggelamkan kapal dengan mengebom dekat pesisir pantai. “Penenggelaman boleh seperti dilakukan Australia di laut dalam. Itu pun tidak diledakkan. Pengeboman bisa mengotori laut, menimbulkan polusi, dan merusak ekosistem,” kilah politis dari dapil Jatim I.
 
Bambang lalu mencontohkan, pemboman kapal di Pangandaran, Jawa Barat, telah merusak ekosistem laut. Saat diledakkan, kapal tidak pecah seluruhnya dan ternyata kapal tersebut juga masih menyimpan 100 ton bahan bakar. Akhirnya, laut pun tercemar oleh tumpahan bahan bakar.(dpr)

Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #politik

Berita terakit :


GAJI KE-13 PNS NAIK TAHUN INI
Jumat 02 Juni 2017

GAJI KE-13 PNS NAIK TAHUN INI

Ormas Islam Demo Kasus Novita Hotel
Jumat 20 Januari 2017

Ormas Islam Demo Kasus Novita ...

AICHR dan SOMTC Selenggarakan Konsultasi tentang Pendekatan Berbasis HAM dalam Penanganan Perdaganga
Jumat 30 September 2016

AICHR dan SOMTC Selenggarakan ...

Tujuh Provider Telepon Selular Telah Implementasikan NIK
Selasa 02 Agustus 2016

Tujuh Provider Telepon Selular ...

Bengkulu Adaptasi Tangkasaki dan Longgar Makassar
Rabu 22 Februari 2017

Bengkulu Adaptasi Tangkasaki d ...