Launching Buku Pernikahan Anak, Yayasan Rumah Kitab Kunjungi Menag

Selasa 22 Maret 2016 22:29:09 WIB Dilihat : 448 Kali


Launching Buku Pernikahan Anak, Yayasan Rumah Kitab Kunjungi Menag

HALUANNEWS-Dalam rangka melaunching buku tentang Perempuan, Anak dan Perkawinan Anak, Yayasan Rumah Kitab yang bergerak dalam advokasi dengan basis sosial keagamaan, berkunjung ke Kementerian Agama.

Kedatangan Direktur Yayasan Rumah Kitab (YRK) Lies Marcoes beserta Achmat Hilmi Fadilla DP, diterima Menag Lukman Hakim Saifuddin di ruang kerjanya, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/03). Dalam kesempatan tersebut, Menag didampingi Direktur Penais Muchtar Ali, Staf Khusus Menag Hadi Rahman, dan Kabid Humas Rosidin.

“Pada 21 April mendatang, bertepatan dengan Hari Kartini, Kami, Yayasan Rumah Kitab hendak melaunching 14 buku tentang perempuan, anak dan perkawinan anak. Buku ini merupakan hasil penelitian YRK di 5 kabupaten (9 daerah) dari seluruh Indonesia dan hasil kajian kitab kuning. Harapan kami, Pak Menteri bersedia menjadi keynote speech,” harap Direktur YRK Lies.

Lies menjelaskan, banyak kasus tentang perempuan yang menikah usia dini. Kebanyakan karena hamil di luar nikah dan dinikahkan oleh orang tuanya. Menurut Lies, kemiskinan menjadi alasan paling kuat. “Di sinilah, ada beberapa permasalahan, seperti hak mendapatkan pendidikan, pengetahuan tentang seks dan lain sebagainya. Kami melihat, permasalahan ini sangat genting, butuh solusi namun seperti terabaikan,” Lies menerangkan panjang lebar

Lies melihat, pondok pesantren saat ini menjadi salah satu alternatif solusi agar anak yang menikah di usia dini, bisa mendapatkan pendidikan. Disaat pendidikan umum menolak anak yang telah menikah bersekolah, lanjut Lies, ada beberapa pesantren, seperti di Sumenep yang Ibu Nyainya memperbolehkan anak yang sudah menikah untuk sekolah. “Bahkan suami-istri muda tersebut mendapatkan beasiswa,” imbuh Lies. Ditambahkan Lies, anak-anak, baik yang telah menikah maupun belum, perlu mendapatkan pendidikan seks yang cukup, agar tidak terjebak dalam hal-hal negatif. 

Mendengar penjelasan Lies, Menag mengatakan kesediaannya untuk menjadi keynote speech dalam peluncuran buku tersebut. Bahkan Menag bertanya tentang hal apa yang bisa dikerjasamakan dalam rangka ikut memberikan solusi terhadap permasalahan pendidikan ini. “Saya melihat, ini permasalah penting. Apa yang dapat Kemenag lakukan dan kerjasamakan?” tanya Menag.

Menag bercerita, saat ini, kementerian yang dipimpinnya sedang mempersiapkan konsep tentang kursus pra nikah. Hal ini dilatarbelakangi antara lain karena angka percerain yang sangat tinggi. Kekerasan dalam rumah tangga juga masih terjadi. Hal itu membutuhkan solusi agar setiap anggota keluarga mempunyai pemikiran yang arif dan bijak dalam menyikapi dan menyelesaikan permasalahan keluarganya. 

“Kemenag saat ini sedang mempersiapkan materi kursus pra nikah, baik untuk pasangan yang hendak menikah, maupun pemuda dan pemudi yang meski belum ingin menikah, tapi ingin mengikutinya,” tandas Menag.

editor : hi


Tag Berita :
#nasional #beasiswa #presiden #keluarga #sehat #hiburan

Berita terakit :


Agus Yudhoyono Berterimakasih Didukung Adhyaksa Dault
Jumat 14 Oktober 2016

Agus Yudhoyono Berterimakasih ...

TNI Gelar Bakti Sosial di Lombok Timur
Kamis 02 Agustus 2018

TNI Gelar Bakti Sosial di Lomb ...

Pemerintah Masih Membahas Kelanjutan Otsus Papua
Senin 27 November 2017

Pemerintah Masih Membahas Kela ...

Seskab: Rakyat Sudah Memilih, Kalau Tidak Puas Gugatlah ke MK
Minggu 01 Juli 2018

Seskab: Rakyat Sudah Memilih, ...

Pemerintah Tak Perlu Buat Kebijakan Gegabah
Jumat 26 Agustus 2016

Pemerintah Tak Perlu Buat Kebi ...

Perekaman Data E-KTP Sudah Capai 90 Persen
Selasa 20 September 2016

Perekaman Data E-KTP Sudah Cap ...