Panglima TNI : Waspadai Benih-Benih Perpecahan Antar Agama

Sabtu 05 Agustus 2017 09:52:15 WIB Dilihat : 144 Kali


Panglima TNI : Waspadai Benih-Benih Perpecahan Antar Agama

HALUANNNEWS.COM--Denpasar--Waspadai benih-benih yang ingin membuat perpecahan antar dan inter agama,dengan cara mengadu domba sesama umat beragamaBenih-benih seperti itu sudah mulai muncul, maka jangan sampai negeri ini menjadi kancah konflik antar agama dan antar kelompok agama.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Simakrama Kebangsaan Perisada Hindu Darma dengan tema “Wawasan kebangsaan”, yang dihadiri  oleh 2.800 Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, bertempat di Taman Bhagawan, Jalan Pratama Tanjung Benoa Denpasar, Bali, Jumat malam (4/8/2017).

“Jangan sampai ada pertikaian dan  konflik antar agama  yang  dapat merusak, menghancurkan bangsa dan negara, jangan sampai itu terjadi, hal ini yang membuat perpecahan antar masyarakat, antar kelompok agama dan antar saudara-saudara kita sendiri,”  tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Ir. Joko Widodobahwa Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau, 1.340 ribu suku dan 1.150 ribu bahasa daerah.  Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa, kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesiayang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.  Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan,dikonkritkandiimplementasikandikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari.

Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. ItulahIndonesia kita yang indah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Di sisi lain Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya, mereka akan melawan karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku bangsa Indonesia memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri. 

Panglima TNI mengungkapkan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil karena masih bersifat kedaerahan. Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928, maka hanya memerlukan waktu 17 tahun kemerdekaan bisa direbut. “Bangsa ini bergotong royong dipelopori oleh para pahlawan dan rakyat, sehingga dapat merebut kemerdekaan dengan senjata apa adanya,” pungkasnya.(Puspen TNI)


Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #nasional #daerah

Berita terakit :


Terus Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Jaga Keselamatan Pasien
Sabtu 30 September 2017

Terus Tingkatkan Mutu Pelayana ...

PEMPROV GELAR APEL SIAGA JELANG UNBK 2017
Selasa 14 Maret 2017

PEMPROV GELAR APEL SIAGA JELAN ...

Untuk Kemajuan Olahraga Indonesia, Kemenpora Ingin Dilibatkan Dalam Pengelolaan Aset GBK
Rabu 25 Januari 2017

Untuk Kemajuan Olahraga Indone ...

Promosi  Anak Jaksa Agung Sudah Sesuai
Kamis 28 Januari 2016

Promosi Anak Jaksa Agung Suda ...

Soal Diskresi, Mendagri Sebut Harus Ada Dasar Hukum
Kamis 16 Februari 2017

Soal Diskresi, Mendagri Sebut ...