BUPATI TIDAK ANTI TRANSPORTASI BERBASIS APLIKASI ONLINE

Rabu 19 Juli 2017 09:10:45 WIB Dilihat : 69 Kali


BUPATI TIDAK ANTI TRANSPORTASI BERBASIS APLIKASI ONLINE

Undang Gojek Berdialog

HALUANNEWS.COM--PURWOKERTO--Beberapa hari terahir Banyumas dihangatkan dengan berita tentang Gojek. Pro kontra keberadaan Gojek menjadi perdebatan panas dimedia terutama di social medi0061. Kontroversi ini diawali ketika Gojek baru beroperasi beberapa hari di Banyumas kemudian secara tegas di stop oleh Bupati Banyumas.

Keputusan bupati ini bagi pihak yang kontra dianggap sebagai keputusan yang reaktif, tapi sebaliknya bagi yang pro dianggap langkah tepat dalan upaya mencegah timbulnya gejolak sosial di tengah masyarakat.

Secara prinsip Bupati "Tidak Anti Transportasi Berbasis Aplikasi Online" apalagi jika hal tersebut bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam layanan transportasi.

Jika saat ini Bupati melarang beroperasinya Gojek disebabkan keberadaan Gojek ternyata menyebabkan reaksi dan protes dari masyarakat terutama dari Ojek Konvensiinal, terlebih Gojek tidak pernah berkoordinasi secara resmi dengan Dinas Perhubungan Banyumas. Jika saja itu dilakukan, tentu sebelum beroperasi bisa dibahas dan disepakati langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi gejolak dan dampak negatif keberadaan Gojek.

Setelah diberhentikan Operasionalnya, Pemkab Banyumas "sudah menggundang" secara resmi Gojek untuk klarifikasi dan duduk bersama akan tetapi sampai hari ini belum ada respon sama sekali dari Gojek

Ada beberapa Opsi menurut Bupati untuk menyelesaikan persoalan ini yaitu , Gojek tetap bisa beroperasi di Banyumas jika bersedia menyepakati beberapa hal seperti : Gojek harus mau merangkul dan memprioritaskan Ojek konvensional terlebih dahulu, jika ada hambatan dan kesulitan bisa dicari solusi dengan menggadeng pihak-pihak terkait.

“Apalah artinya membuka lapangan kerja baru jika ternyata disisi lain membuat pengangguran baru bagi ojek konvensional,” kata Bupati

Disini bisa terlihat apakah Gojek hanya semata-mata bisnis atau punya kepekaan sosial juga. Selain itu juga ada minimum tarif yang disepakati dan beberapa hal lainnya.

Jika Gojek tetap tidak memenuhi undangan Pemkab untuk klarifikasi dan duduk bersama membahas langkah penyelesaian persoalan diatas, Bupati akan membuat aplikasi dengan mengandeng pihak- pihak yang berkompeten tentu dengan mengedepankan sisi kondusifitas daerah dan sesuai dengan Peraturan perundang undangan yang ada.


Tag Berita :
#Info #berita terkini indonesia #koran indonesia #daerah

Berita terakit :


Resmikan Puspaga dan Convention Hall, Walikota Ajak Anak-anak Curhat Agar Terhindar Narkoba
Senin 09 Januari 2017

Resmikan Puspaga dan Conventio ...

FACHRORI UMAR: TINGKATKAN KUALITAS SDM, PEMPROV SEDIAKAN 15.000 BEASISWA
Minggu 27 Maret 2016

FACHRORI UMAR: TINGKATKAN KUAL ...

Hujan, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
Rabu 31 Agustus 2016

Hujan, Kualitas Udara Pekanbar ...

GUBERNUR : PERSIAPAN PILKADA SERENTAK DI JAMBI BERJALAN BAIK
Rabu 01 Februari 2017

GUBERNUR : PERSIAPAN PILKADA S ...

Peserta Rakor kunjungi Istana.
Senin 18 September 2017

Peserta Rakor kunjungi Istana. ...

Kampanyekan Isu SARA, Pasangan Calon Bisa Didiskualifikasi
Sabtu 26 Agustus 2017

Kampanyekan Isu SARA, Pasangan ...