Rakerda REI Kaltim, Pengembang Jangan Umbar Janji

Kamis 25 Mei 2017 09:07:40 WIB Dilihat : 263 Kali


Rakerda REI Kaltim, Pengembang Jangan Umbar Janji

HALUANNEWS--SAMARINDA - Pengembang perumahan atau pengusaha properti di Kaltim diminta untuk tidak umbar janji kepada masyarakat atau konsumen yang ingin membeli rumah karena akan berdampak pada penurunan bisnis properti di daerah.

Terutama para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Kaltim diminta tidak memberikan janji palsu dan diharapkan lebih memperhatikan rakyat. Sebagai contoh,  ditargetkan rumah selesai dalam waktu 5 bulan, tapi ternyata baru selesai setelah 12 bulan. Bahkan ada pengembang yang melarikan diri setelah downpaymet (DP) disetor oleh konsumen.

“Karena itu, pengurus REI Kaltim diharapkan dapat mengingatkan para pengembang agar tidak bermain-main dalam bisnis properti ini, sehingga konsumen merasa aman ketika ingin membeli rumah,” kata Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi, Birokrasi dan Keuangan Eddy Kuswadi usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Kaltim di Samarinda. Hadir dalam acara tersebut Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Tania Walfaries, Selasa (23/5) lalu.

Eddy mengatakan komitmen para pengembang diperlukan agar janji yang telah disampaikan kepada konsumen dapat ditepati. Termasuk kerja sama dengan pihak perbankan. Contohnya, siap memberikan harga yang murah, ternyata ketika diproses ke perbankan konsumen harus membayar dengan biaya mahal di luar janji yang disampaikan.

Karena itu, dengan adanya komitmen tersebut diharapkan perkembangan industri properti di Kaltim semakin baik dan sukses. Apalagi Presiden Joko Widodo menargetkan satu juta rumah murah pada 2017 terealisasi di Indonesia, termasuk di Kaltim.

“Kami berharap REI betul-betul memperhatikan komitmen para pengembang. Begitu juga pemerintah kabupaten/kota agar ikut mengawasi perkembangan bisnis properti ini,” jelasnya.

Selain itu, pihak pengembang juga diharapkan dapat memperhatikan aspek pelestarian lingkungan hidup. Dampak lingkungan harus diperhatikan, sehingga tidak mengganggu lingkungan hidup masyarakat setempat.

Misal, memperhatikan pembuangan air perumahan ke lokasi resapan air. Kemudian, resapan air diharapkan tidak menjadi lokasi pembangunan perumahan, sehingga dampak lingkungan yang bagus dapat diterima masyarakat dengan baik.

“Jadi, pengembang tidak hanya sekedar membangun, tetapi harus memikirkan dampak lingkungan sekitar perumahan yang dibangun,” pesannya.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #keluarga #daerah #ekonomi

Berita terakit :


Mobil Alphard Milik TNI Terbakar di Tol Tanjung Duren
Minggu 18 Februari 2018

Mobil Alphard Milik TNI Terbak ...

Gubernur Tinjau Persiapan TPS Muaro jambi
Selasa 14 Februari 2017

Gubernur Tinjau Persiapan TPS ...

Orang Boleh Cibir, Tapi Jokowi yang Sambungkan Sabang sampai Merauke
Rabu 22 November 2017

Orang Boleh Cibir, Tapi Jokowi ...

Penerima PKH Jateng Tambah 460 Ribu
Senin 09 Oktober 2017

Penerima PKH Jateng Tambah 460 ...

Karate Lampung Sumbang Emas di PON XIX Jawa Barat
Selasa 20 September 2016

Karate Lampung Sumbang Emas di ...

Pemko Medan Salurkan Bantuan Beasiswa
Kamis 04 Agustus 2016

Pemko Medan Salurkan Bantuan B ...