Rakerda REI Kaltim, Pengembang Jangan Umbar Janji

Kamis 25 Mei 2017 09:07:40 WIB Dilihat : 202 Kali


Rakerda REI Kaltim, Pengembang Jangan Umbar Janji

HALUANNEWS--SAMARINDA - Pengembang perumahan atau pengusaha properti di Kaltim diminta untuk tidak umbar janji kepada masyarakat atau konsumen yang ingin membeli rumah karena akan berdampak pada penurunan bisnis properti di daerah.

Terutama para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Kaltim diminta tidak memberikan janji palsu dan diharapkan lebih memperhatikan rakyat. Sebagai contoh,  ditargetkan rumah selesai dalam waktu 5 bulan, tapi ternyata baru selesai setelah 12 bulan. Bahkan ada pengembang yang melarikan diri setelah downpaymet (DP) disetor oleh konsumen.

“Karena itu, pengurus REI Kaltim diharapkan dapat mengingatkan para pengembang agar tidak bermain-main dalam bisnis properti ini, sehingga konsumen merasa aman ketika ingin membeli rumah,” kata Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi, Birokrasi dan Keuangan Eddy Kuswadi usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Kaltim di Samarinda. Hadir dalam acara tersebut Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Tania Walfaries, Selasa (23/5) lalu.

Eddy mengatakan komitmen para pengembang diperlukan agar janji yang telah disampaikan kepada konsumen dapat ditepati. Termasuk kerja sama dengan pihak perbankan. Contohnya, siap memberikan harga yang murah, ternyata ketika diproses ke perbankan konsumen harus membayar dengan biaya mahal di luar janji yang disampaikan.

Karena itu, dengan adanya komitmen tersebut diharapkan perkembangan industri properti di Kaltim semakin baik dan sukses. Apalagi Presiden Joko Widodo menargetkan satu juta rumah murah pada 2017 terealisasi di Indonesia, termasuk di Kaltim.

“Kami berharap REI betul-betul memperhatikan komitmen para pengembang. Begitu juga pemerintah kabupaten/kota agar ikut mengawasi perkembangan bisnis properti ini,” jelasnya.

Selain itu, pihak pengembang juga diharapkan dapat memperhatikan aspek pelestarian lingkungan hidup. Dampak lingkungan harus diperhatikan, sehingga tidak mengganggu lingkungan hidup masyarakat setempat.

Misal, memperhatikan pembuangan air perumahan ke lokasi resapan air. Kemudian, resapan air diharapkan tidak menjadi lokasi pembangunan perumahan, sehingga dampak lingkungan yang bagus dapat diterima masyarakat dengan baik.

“Jadi, pengembang tidak hanya sekedar membangun, tetapi harus memikirkan dampak lingkungan sekitar perumahan yang dibangun,” pesannya.


Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #keluarga #daerah #ekonomi

Berita terakit :


2017, Indonesia Urutan 40 Negara dengan Perizinan Mudah
Selasa 05 April 2016

2017, Indonesia Urutan 40 Nega ...

Monadi Disambut Hangat Warga Cupak Dan Tanjung Harapan
Kamis 15 Februari 2018

Monadi Disambut Hangat Warga C ...

Menteri Basuki Ajak Komunitas Peduli Sungai Gotong Royong Menjaga Sungai
Sabtu 24 September 2016

Menteri Basuki Ajak Komunitas ...

Majelis Ekonomi Muhammadiyah Sulsel Ikut Silaknas di Bandung
Kamis 14 September 2017

Majelis Ekonomi Muhammadiyah S ...

Netty Upgrade P2TP2A Jabar Jadi Pro Korban
Minggu 19 Maret 2017

Netty Upgrade P2TP2A Jabar Jad ...

Parlemen Korsel Konsultasi Sistem Keamanan di DPR
Rabu 28 Desember 2016

Parlemen Korsel Konsultasi Sis ...

Kemacetan Panjang Diakibat Truk Parkir Sembarangan
Rabu 13 September 2017

Kemacetan Panjang Diakibat Tru ...