Belgia Kerjasama Pengembangan Sapi di Indonesia

Kamis 17 Maret 2016 15:24:55 WIB Dilihat : 226 Kali


Belgia Kerjasama Pengembangan Sapi di Indonesia

HALUANNEWS - YOGYAKARTA  (16/03/2016) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Hamengku Buwono X di ruang kerjanya Gedhong Wilis Kepatihan Yogyakarta menerima kujungan Mr. MARCOURT Jean – Claude  Wakil Presiden dan Menteri Ekonomi Industri, Inovasi, dan Teknologi dari wilayah Wallonia, Belgia bersama dengan 12 Delegasi, Rabu(16/03).

Hubungan erat yang sudah dijalin antara Indonesia dan Belgia memang sudah cukup lama, saat ini Belgia membawa misi ekonomi terbesar  yang dipimpin oleh Princes Atrid   ke Indonesia. Belgia membawa delegasi kurang lebih  300 orang yang terdiri dari pejabat tinggi Pemerintah Federal maupun Regional Belgia dalam misi ekonomi.

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Wakil Presiden dan Menteri Ekonomi Industri, Inovasi, dan Teknologi dari wilayah Wallonia MARCOURT Jean – Claude  berdiskusi  dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono X   berkaitan  kerjasama  Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada dengan Faculty of Veterinary Medicine, Liege University berkaitan dengan pengembangan sapi  di Indonesia, karena   sebelumnya Belgia sudah berkerjasama di bidang peternakan dan pertanian dan hari ini akan diadakan penandatangan kerjasama umum untuk  seluruh fakultas di UGM.

MARCOURT Jean – Claude berharap, dengan adanya kerjasama dua universitas ini, kedua negara bisa saling bertukar pengalaman, bertukar peneliti dan hal - hal lain berkait penelitian. Selain  itu  mengingat bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kami ingin membantu mencarikan solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia . Kedepannya kami harapkan Belgia bisa bekerjasama untuk mencarikan solusi - solusi terkait perubahan iklim melalui berbagai inisiatif termasuk pertukaran pelajar dan lain sebagainya.

Dalam diskusi  Gubernur DIY  mengingatkan jika nanti pengembangan sapi lewat suntik ataupun sebagainya, sapi itu   harus berkualitas. Perlu diingat juga bahwa pola makan sapi di Indonesia adalah pola makan lokal bukan pola makan yang penuh suplemen, sehingga nantinya akan menjadikan biaya pakan yang  mahal sehingga tidak cocok untuk peternak / kelompok tani. Idealnya populasi sapi itu tiga kali lipat jumlah penduduk, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sehari –hari.

editor : cub


Tag Berita :
#nasional #presiden #keluarga #kampus #daerah #ekonomi

Berita terakit :


Plt Walikota Launching Program PMB-RW
Kamis 17 November 2016

Plt Walikota Launching Program ...

Prabowo: Beliau Tidak Minta Kita Membeo, Presiden Jokowi: Terbuka, Kita Terbuka
Kamis 17 November 2016

Prabowo: Beliau Tidak Minta Ki ...

Teknologi Pengolahan Sampah Kota Bandung Masih Diseleksi
Senin 03 Oktober 2016

Teknologi Pengolahan Sampah Ko ...