Belgia Kerjasama Pengembangan Sapi di Indonesia

Kamis 17 Maret 2016 15:24:55 WIB Dilihat : 364 Kali


Belgia Kerjasama Pengembangan Sapi di Indonesia

HALUANNEWS - YOGYAKARTA  (16/03/2016) jogjaprov.go.id – Gubernur DIY, Hamengku Buwono X di ruang kerjanya Gedhong Wilis Kepatihan Yogyakarta menerima kujungan Mr. MARCOURT Jean – Claude  Wakil Presiden dan Menteri Ekonomi Industri, Inovasi, dan Teknologi dari wilayah Wallonia, Belgia bersama dengan 12 Delegasi, Rabu(16/03).

Hubungan erat yang sudah dijalin antara Indonesia dan Belgia memang sudah cukup lama, saat ini Belgia membawa misi ekonomi terbesar  yang dipimpin oleh Princes Atrid   ke Indonesia. Belgia membawa delegasi kurang lebih  300 orang yang terdiri dari pejabat tinggi Pemerintah Federal maupun Regional Belgia dalam misi ekonomi.

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Wakil Presiden dan Menteri Ekonomi Industri, Inovasi, dan Teknologi dari wilayah Wallonia MARCOURT Jean – Claude  berdiskusi  dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono X   berkaitan  kerjasama  Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada dengan Faculty of Veterinary Medicine, Liege University berkaitan dengan pengembangan sapi  di Indonesia, karena   sebelumnya Belgia sudah berkerjasama di bidang peternakan dan pertanian dan hari ini akan diadakan penandatangan kerjasama umum untuk  seluruh fakultas di UGM.

MARCOURT Jean – Claude berharap, dengan adanya kerjasama dua universitas ini, kedua negara bisa saling bertukar pengalaman, bertukar peneliti dan hal - hal lain berkait penelitian. Selain  itu  mengingat bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kami ingin membantu mencarikan solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia . Kedepannya kami harapkan Belgia bisa bekerjasama untuk mencarikan solusi - solusi terkait perubahan iklim melalui berbagai inisiatif termasuk pertukaran pelajar dan lain sebagainya.

Dalam diskusi  Gubernur DIY  mengingatkan jika nanti pengembangan sapi lewat suntik ataupun sebagainya, sapi itu   harus berkualitas. Perlu diingat juga bahwa pola makan sapi di Indonesia adalah pola makan lokal bukan pola makan yang penuh suplemen, sehingga nantinya akan menjadikan biaya pakan yang  mahal sehingga tidak cocok untuk peternak / kelompok tani. Idealnya populasi sapi itu tiga kali lipat jumlah penduduk, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sehari –hari.

editor : cub


Tag Berita :
#nasional #presiden #keluarga #kampus #daerah #ekonomi

Berita terakit :


Neraca Perdagangan Indonesia Juli 2016 Kembali Catatkan Surplus
Selasa 16 Agustus 2016

Neraca Perdagangan Indonesia J ...

Mantan Komisaris PT. Mobile 8 Telecom Mangkir
Kamis 14 Januari 2016

Mantan Komisaris PT. Mobile 8 ...

Kopertis IX  Gelar  Workshop Pembuatan Soal  Uji Kompetensi
Rabu 18 Oktober 2017

Kopertis IX Gelar Workshop P ...

Penilaian Kota Tangguh dengan 71 Indikator Ketahanan Daerah
Selasa 14 Juni 2016

Penilaian Kota Tangguh dengan ...

Produksi CPO Akan Capai 42 Juta Ton, Kemenperin Pacu Industri Hilir
Jumat 15 September 2017

Produksi CPO Akan Capai 42 Jut ...

Panglima TNI : Kearifan Lokal dan Budaya Daerah Harus Dimunculkan Kembali
Jumat 13 Oktober 2017

Panglima TNI : Kearifan Lokal ...