GUBERNUR MINTA CAMAT DAN LURAH TURUT SERTA TEKAN ANGKA KEMISKINAN

Jumat 05 Mei 2017 21:11:38 WIB Dilihat : 210 Kali


GUBERNUR MINTA CAMAT DAN LURAH TURUT SERTA TEKAN ANGKA KEMISKINAN

HALUANNEWS--Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo meminta kepada camat dan lurah beserta ibu PKK pedesaan di kabupaten kota agar turut serta mendukung program Pemprov Jatim dalam menekan angka kemiskinan. Ini karena, jajaran lurah dan camat merupakan orang yang berkenaan langsung dengan masyarakat bawah.

Demikian permintaan disampaikan Gubernr Jatim, H Soekarwo pada Puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 Prov Jawa Timur tahun 2017 di GOR Lembu Peteng Tulungagung, Rabu (3/5).

Dikatakan Pakde, di Jawa Timur ada tiga hal pokok yang menjadi permasalahan, yakni kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan dengan kualitas yang kurang. Pemerintah provinsi telah menyiapkan banyak program dalam mengatasi tiga permasalahan tersebut. Namun demikian, program dapat berjalan dengan baik jika ada sinkronisasi hingga tingkat desa. "Saya sangat berharap, provinsi, kabupaten kota hingga desa dapat sinkron dalam program, sehingga tiga masalah ini dapat kita atasi, dan Jawa Timur semakin maju dan sejahtera," harapnya.

Menurut Pakde, angka kemiskinan di Jawa Timur selalu mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2010 mencapai 16,8 persen, tahun 2016 telah berkurang menjadi 11,8 persen, dan ditargetkan pada tahun 2018 bisa menurunkan menjadi 10 persen. Artinya, saat ini masih ada 1,8 persen yang harus dientaskan. "Yang 1,8 persen ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, peran Pak lurah, Pak camat, dan ibu ibu PKK nya menjadi sangat penting," tambahnya.

Untuk mengurangi angka kemiskinan, utamanya di daerah pedesaan, Pakde Karwo memberi contoh. Yakni, berdayakan generasi muda desa untuk berkarya, tahan pisang jangan dijual dulu tapi olah dulu jadikan keripik pisang, nangka dijadikan keripik nangka, kentang diolah dulu agar menjadi keripik kentang.

"Untuk pemberdayaan untuk kelompok miskin. Kalau tidak, akan ada urban pemuda desa lari ke kota. Dengan model ini, maka masyarakat desa mempunyai nilai tambah. Kemiskinan berkurang dan pengangguran juga kecil, karena pemudanya diberdayakan. Kata kuncinya, orang tidak miskin kalau kesehatan dan pendidikan bagus," pungkasnya. (Put)

 

 

Tag Berita :
#berita terkini indonesia #koran indonesia #keluarga #daerah

Berita terakit :


ZOLA HARAP HASIL RAKOR BISA DITERAPKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PANGAN
Jumat 29 September 2017

ZOLA HARAP HASIL RAKOR BISA DI ...

Adirozal tidak diusulkan ke DPP Golkar, begini penjelasan Ketua DPD
Sabtu 21 Oktober 2017

Adirozal tidak diusulkan ke DP ...

Kecamatan Rantau Rasau Konsisten Dengan Usulan Musrenbang Sebelumnya
Sabtu 17 Februari 2018

Kecamatan Rantau Rasau Konsist ...

Jemaah Haji Indonesia Akan Nikmati Tenda Baru di Arafah
Minggu 23 April 2017

Jemaah Haji Indonesia Akan Nik ...

Nelayan Terlindungi Asuransi Jiwa
Rabu 28 September 2016

Nelayan Terlindungi Asuransi J ...

Pembagian LHE AKIP Regional II, Pemkab/kot Jatim Siap Terima Rapor Akuntabilitas    Jan 30, 2017   D
Senin 30 Januari 2017

Pembagian LHE AKIP Regional II ...

Fokus Pada Satu Produk Jadi Kunci Atasi Ketertinggalan Desa
Sabtu 14 Januari 2017

Fokus Pada Satu Produk Jadi Ku ...